Ihsan, Si "Karate Kids" Dari Aceh Besar

Februari 02, 2018 Noufrizal 0 Comments

Ihsan, Si "Karate Kids" Dari Aceh Besar
Muhammad Ihsan Syahni, siswa SD Islam Laboratorium, Neuheun, Aceh Besar. | Foto: Noufrizal/Acehlens.com
ACEHLENS.COM - "Hoss" teriak seorang anak kecil bertubuh tambun, berseragam putih, bersabuk merah sembari menundukkan kepalanya ke arah dua pria dewasa berseragam hijau tua di depannya.
Suara lantang ia keluarkan pada setiap gerakan, membuat seisi ruangan kelas yang berukuran 7x9 meter persegi mendadak hening. Sebagian penonton mencoba mendokumentasikan tiap gerakan indah itu lewat telepon genggam. Sedangkan sebagian penonton lainnya bertepuk tangan dengan pandangan takjub tertuju kepadanya.
Meski pun ke dua pria berseragam TNI yang dihormatinya bertubuh kekar berdiri dihadapannya. Namun, matanya tak pernah berkedip. Sorotan matanya terlihat tajam seakan mereka adalah musuh yang harus ia taklukkan.
Bocah tambun berkulit putih itu adalah Muhammad Ihsan Syahni. Ia salah seorang atlet karate yang bertading dalam kategori Kata (seni jurus) pada ajang Olympiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). Kegiatan itu diselenggarakan oleh UPTD Pendidikan wilayah lima Kabupaten Aceh Besar di SD Negeri Lam Ujong, Ulee Kareng.
Ihsan, begitulah sapaan karibnya. Bukanlah atlet karate yang asing di kalangan peserta lainnya. Siswa kelas empat yang sekarang menempuh pendidikan di SD Islam Laboratorium, Neuheun, Aceh Besar pernah tercatat menyumbangkan medali untuk kontingen Aceh pada ajang Kapolda Lampung Cup yang diselenggarakan pada tahun 2016 silam.
"Alhamdulillah, dulu Ihsan berhasil meraih medali perunggu ketika bertanding di Lampung," ujar Zulfikar. Guru Olahraga yang mendampingi Ihsan pada saat itu.
Ihsan yang kini berlatih di unit Dojo Lalu Lintas (Lantas) telah menyukai karate semenjak ia duduk di kelas 1 SD.
"Sekolah kami ada ektrakurikuler karate. Ihsan pertama sekali mengikuti karate ketika ia kelas 1. Dan di kelas 2, ia sudah mulai mewakili sekolah untuk bertanding dan ia berhasil meraih beberapa juara," kata Zulfikar.
Selain berhasil meraih juara pada kejuaraan nasional,ia juga pernah beberapa kali menjuarai kompetisi lokal. Diantaranya adalah juara tiga karate se-Aceh tahun 2016,Juara 2 O2SN tingkat UPTD 5 Wilayah Aceh Besar pada tahun 2016, Juara 3 karate IYOS MENPORA Provinsi Aceh pada tahun 2016,Juara 2 karate piala Danlanud SIM tahun 2017.
Tak hanya mengikuti kompetisi lokal dan nasional, pada bulan Februari yang lalu Ihsan juga pernah mengikuti Pertandingan karate tingkat internasional di Malaysia. "Namun sayangnya,Ihsan harus kalah poin dari petarung yang berasal dari Vietnam". kata Zulfikar
Saat dijumpai oleh Acehlens.com di sela sela istirahatnya, Ihsan mengatakan jika olahraga karate merupakan olahraga yang menantang bagi dirinya. Ia mengaku sangat nyaman mengikuti seluruh latihan bela diri asal Jepang tersebut.
"Enak saja kalau main karate. Seragamnya keren, kemudian juga menantang," ucap Ihsan sembari mengusap peluh di wajahnya.
Meski pun harus berlatih secara rutin, prestasi akademis di sekolahnya juga tak lantas menurun. Ia selalu masuk ke dalam peringkat tiga besar di dalam kelasnya. "Semester yang lalu,ihsan meraih rangking dua di kelasnya". ujar Zulfikar
Sebelum bertanding pada babak final, Ihsan pun berharap agar dirinya pada tahun ini bisa mewakili Kabupaten Aceh Besar pada tingkat provinsi Aceh. "Saya berharap agar saya bisa menang,karena jika saya menjadi juara. Saya bisa wakili Aceh di tingkat nasional dan selanjutnya di tingkat Internasional," ujar Ihsan.
Zulfikar pun berharap agar pemerintah dapat memberi dukungan yang lebih kepada seluruh atlet muda yang berprestasi.
"Selama ini seluruh atlet yang bertanding di dalam maupun luar negeri harus mengeluarkan dana pribadinya tanpa ada bantuan dana dari pemerintah," tutup Zulfikar.

You Might Also Like

0 komentar: